Rabu, 12 Juli 2017

Hubungan Seksual Pada Saat Hamil, Apakah Aman?

Hubungan Seksual Saat Hamil


Nah bunda, kali ini saya akan membahas tentang topik yang biasanya banyak dipertanyakan oleh pasangan suami istri terutama yang sedang dalam proses menanti buah hati pertamanya. Kebanyakan pasangan tidak tahu tentang hubungan seks saat hamil tetapi mereka malu untuk menanyakan hal ini pada tenaga kesehatan, padahal hal ini penting lho bunda. Nah dengan penjelasan ini, harapannya para bunda dan pasangan suami istri akan mengetahui informasikan meskipun tidak menanyakan pada tenaga kesehatan. Penjelasan ini saya ambil dari sumber terpercaya kok bunda, yaitu dari buku karya dokter-dokter spesialis kandungan.

Saat hamil, sebenarnya seks tetap aman karena kantong ketuban menjaga janin tetap aman di dalam rahim ibu. Janin juga berada jauh dari jangkauan penetrasi penis bahkan capaian sperma. Meskipun begitu hubungan seksual harus tetap dilakukan dengan hati-hati ya bunda dan harus memperhatikan beberapa hal.

Berhati-hatilah pada saat melakukan hubungan seks di trimester pertama kehamilan 0-12 minggu (1-3 bulan), karena trimester pertama masih rawan terjadinya keguguran. Orgasme yang terjadi pada perempuan saat berhubungan seksual dapat memancing terjadinya kontraksi. Kontraksi yang normal hanya terjadi beberapa saat setelah orgasme. Namun, jika kontraksi terjadi terus menerus setelah hubungan selesai, dicurigai menimbulkan rangsangan kontraksi untuk persalinan. Selain itu, zat yang terkandung dalam sperma yang masuk ke dalam vagina dapat memancing perlunakan leher rahim sehingga akan mempermudah proses kelahiran.

Trik yang harus dilakukan saat melakukan hubungan seksual di trimester pertama yaitu usahakan sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak masuk kedalam vagina. Suami dapat menggunakan kondom atau melakukan pengeluaran sperma diluar vagina (Coitus Interuptus). Dengan demikian, resiko munculnya kontraksi untuk persalinan pada awal kehamilan dapat dihindari.

Pada awal-awal kehamilan, cairan sperma yang keluar pada saat berhubungan sebaiknya tidak masuk kedalam vagina. Hal ini sangat berbeda pada usia kehamilan di atas 37 minggu, pada umur kehamilan di atas 37 minggu sperma justru dianjurkan masuk kedalam vagina. Hal ini bertujuan untuk menginduksi persalinan secara alamiah karena janin di dalam kandungan telah siap untuk dilahirkan. Bahkan, jika pada usia kehamilan 40 minggu ibu belum juga mengalami kontraksi, anjuran utamanya adalah melakukan hubungan seksual.

Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan jika ibu mengalami masalah dengan kehamilannya. Misalnya, perdarahan atau kontraksi yang terus menerus yang ditandai dengan adanya rasa sakit di perut bagian bawah . Keadaan ini tidak hanya mengganggu kualitas hubungan seksual, tetapi juga menyakiti si ibu. 

Catatan:
  1. Atur posisi berhubungan agar tidak menekan perut dan agar hubungan tetap terasa nyaman bagi pasangan suami istri.
  2. Jika saat melakukan hubungan seksual terjadi perdarahan meskipun sedikit  segera konsultasikan dengan dokter ataupun bidan. 
 Salam Code Blue :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungan Seksual Pada Saat Hamil, Apakah Aman?

Hubungan Seksual Saat Hamil Nah bunda, kali ini saya akan membahas tentang topik yang biasanya banyak dipertanyakan oleh pasangan s...